Makin menjadi jadi perangai budak budak sekarang.

Zaman sekarang makin sukar mencari orang-orang yang baik akhlak dan adabnya, ada orang yang berkata gemar meninggikan suara, kasar dan suka menggunakan perkataan yang tidak senonoh dengan mencaaci makki apabila berkata kata. Astaghfirullah… padahal segala sesuatu memiliki adab, termasuklah adab terhadap orang tua kita sendiri mahupun orang yang lebih tua secara usia dibandingkan diri kita.

Semalam apa yang kita dapat lihat beberapa orang remaja mempersendakan orang tua dibuuli macam budak budak kecil. Mana pergi adab dan rasa hormat kepada orang tua? Kenapa boleh jadi begini? Siapa yang perlu dipersalahkan?

Mari kita lihat apa yang seronok sangat nak buat macam tu kepada orang tua? Tak ada benda lain ke nak buat bergurau?

http://bit.ly/2WESz3v

Kenapa makin menjadi jadi perangai budak budak sekarang? Salah ajaran ke salah ibubapa? Renung renungkanlah.

Berikut ini adab terhadap orang tua, yang perlu diperhatikan dan ajarkan kepada anak anak kita supaya perkara seperti ini tidak berulang lagi.

1. Berbicara dengan lemah lembut, tidak mengherdik atau berkata kasar

Jangan pernah berkata kasar pada orang tua karena ianya dilarang sama sekali.

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapamu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al Isra:23)

“Jika para sahabat berbicara dengan Rasulullah, mereka merendahkan suara mereka dan mereka tidak memandang tajam sebagai bentuk pengagungan terhadap Rasulullah” (HR. Al Bukhari 2731).

2. Tidak mendahului mereka dalam berkata-kata
Anak muda selalu ingin menunjukkan kehebatan masing masing, padahal di hadapan orang tua kita seharusnya lebih bersabar dan memberi laluan kepada orang tua terlebih dahulu di dalam bercakap.

“Kami pernah bersama Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam di Jummar, kemudian Nabi bersabda: ‘Ada sebuah pohon yang ia merupakan permisalan seorang Muslim’. Ibnu Umar berkata: ‘sebetulnya aku ingin menjawab: pohon kurma. Namun karena ia yang paling muda di sini maka aku diam’. Lalu Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam pun memberi tahu jawabannya (kepada orang-orang): ‘ia adalah pohon kurma’” (HR. Al Bukhari 82, Muslim 2811).

3. Mengutamakan keperluan orang tua dibanding diri sendiri
Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah menceritakan kisah 3 orang yang terperangkap di dalam gua. Mereka pun mencuba bertawasul, salah satunya karena amalannya mengutamakan kepentingan orangtua:

“Ya Allah sesungguhnya saya memiliki orang tua yang sudah tua dan saya juga memiliki isteri dan anak perempuan yang aku beri mereka makan daripada hasil mengembala ternakan. Ketika selesai menggembala, aku perahkan susu untuk mereka. Aku selalu dahulukan orang tuaku sebelum keluargaku. Pada suatu hari ketika aku harus pergi jauh, dan aku tidak pulang kecuali sudah malam, dan aku dapati orang tuaku sudah tidur. Lalu aku perahkan untuk mereka susu sebagaimana biasanya, lalu aku bawakan bekas berisi susu itu kepada mereka. Aku berdiri di sisi mereka, tapi aku enggan untuk membangunkan mereka. Dan aku pun enggan memberi susu pada anak perempuanku sebelum orang tuaku. Padahal anakku sudah meronta-ronta di kakiku karena kelaparan. Dan demikianlah terus keadaannya hingga terbit fajar. Ya Allah jika Engkau tahu aku melakukan hal itu demi mengharap redhaMu, maka bukalah celah bagi kami yang kami bisa melihat langit dari situ. Maka Allah pun membukakan sedikit celah yang membuat mereka bisa melihat langit darinya“.

4. Membayar hutang dan nazar orangtua
“Bahwasannya Sa’ad bin Ubadah meminta fatwa kepada Rasulullah seraya mengatakan, ‘Sesungguhnya ibuku meninggal dunia dan menanggung kewajiban nazar, (maka apa yang harus aku lakukan?).’ Beliau menjawab, ‘Laksanakanlah nazarnya untuk menggantikannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Terus-menerus mendoakan orangtua
“Jika manusia meninggal dunia, maka terputus amalannya, kecuali 3 perkara: yakni shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim: 1631)

6. Melaksanakan bakti pada orangtua sekalipun keduanya sudah meninggal dunia
“Wahai Rasulullah, apakah masih tersisa sesuatu bentuk baktiku kepada kedua orang tuaku yang boleh aku wujudkan setelah mereka berdua meninggal dunia?” Beliau menjawab, ‘Ya, (yaitu) mendoakan mereka berdua, memohonkan keampunan bagi mereka berdua, melaksanakan janji (wasiat) mereka berdua setelah mereka meninggal, menyambung tali silaturrahim yang tidak boleh disambung kecuali dengan (sebab hubungan) mereka berdua dan memuliakan teman mereka berdua.” (HR. Abu Dawud no. 5142)

Semoga kita menjadi orang-orang yang memiliki adab terhadap orang tua.

The post Makin menjadi jadi perangai budak budak sekarang. appeared first on Lubok Viral.




Artikel ViralSini Lainnya :

0 comments:

Post a Comment

Scroll to top